Wednesday, March 15, 2017

FBSHApost@19 February 2017: Strengthen our understanding of our religion

I think it’s about time we should put our heads together and start to list down our strengths and weaknesses as the adherents of Islam in a sincere and honest way. Nothing is wrong with the religion, but with the followers. There is no unity in our thoughts or our actions. We have not portrayed a good image of Islam which is further helped by the western media. The understanding of our own faith has become shallow and superficial. We are therefore not able to defend our religion or provide it the respect and dignity to our faith.


FBSHApost@19 February 2017

Wednesday, February 15, 2017

FBSHAPOST@13 Februari 2017: Jangan Keliru antara Fiqh dan Syari'ah

Ada masanya kita cepat keliru tentang Fiqh dan Syari'ah kerana yang menjelaskan tidak bijak berbuat demikian atau yang mendengar tidak mahu mendengar. Sistem keadilan dan Syari'ah adalah untuk orang Islam. 

Jangan campur adukkan Fiqh dan Syari'ah kepada hukuman, sebelum hukuman dapat di tentukan ada proses dan prosedur bagi mencegah masyarakat terjebak kepada kerosakan. Kita ada Quran, Hadis, Ijma dan Ijtihad ulama... bagi kita rujuk untuk memahami tentang persoalan Fiqh dan Syari'ah yang menghubungkannya. Saya fakir yang mencari kefahaman. 

Wallahhu a'lam.


FBSHAPOST@13 Februari 2017

FBSHAPOST@12 Februari 2017: Diplomasi

Jangan biarkan politik, ekonomi, budaya serta minda kita terkongkong dan dijajah. Kita di jadikan Allah umat golongan tengah, sederhana dan wasatiah. 

Mereka yang melampau dan extreme bukan dari golongan kita. Kita diajak untuk berdiplomasi dalam hubungan dengan cara lembut, berhikmah, tidak menggunakan kekerasan dan tidak memaksa pandangan dan agama kita kepada orang lain. 

Kita dianjurkan menggunakan hujah yang terbaik bagi mempengaruhi orang lain.


FBSHAPOST@12 Februari 2017

FBSHAPOST@12 Februari 2017: Siapakah Ancaman pada Individu, Masyarakat dan Negara?

Siapa sebenarnya menjadi ancaman pada individu, masyarakat dan negara? Mungkin kita akan menganggap tidak perlu tahu kerana kita berada di zon selesa. Namun demikian, ia adalah satu persoalan penting untuk masa depan umat dan negara memandangkan persekitaran geopolitik dunia masa kini sudah berubah dan tidak menentu. Kuasa-kuasa besar dunia sedang bersaing hebat. Jika kita imbau konflik yang berlaku pada tahun sembilan puluhan dan pada tahun dua ribu semuanya dicetuskan dari galakkan dari campur tangan luar. Mereka juga akan mencipta persepsi yang berasaskan fakta dan persepi tidak betul. Semuanya kerana adanya agenda tersembunyi dan kepentingan geopolitik. Akhbar dan media barat selalunya tidak bebas tapi alat elektronik mempunyai kuasa tersebut. Justeru kita perlu berwaspada.


FBSHAPOST@12 Februari 2017

Friday, February 10, 2017

FBSHApost@8 Februari 2017: Allahu Akbar



Hidup adalah satu perjalanan. Dalamnya kita melalui berbagai fasa. Ada masanya mudah, ada ketika susah, namun begitu tidak boleh kecewa, ada pasang surutnya... ada lurus dan bengkoknya... ada masa kita melalui terowong gelita... walaupun begitu mesti berharap di akhir terowong ada cahaya...ada onak dan durinya...segalanya adalah penentuan...ada masa di hargai ada ketika di lupai...

Allah meminjam dan memberi...disetiap kita lalui... dari bayi ke kanak kanak, remaja dan dewasa.... ada masa muda dan akan tiba zaman ketuaannya... ada masa gagah dan mantap...ada kuasa dan berkuasa... ada mula dan akhirnya... kita mencari hidayah sebelum pergi...kita tidak miliki...roh itu penghuni jasad... bila tiada jasad akan terkulai sehingga bangkit untuk diadili... berbuat bakti... setia pada Ilahi...alam yang kekal ada ahirat nanti...tiada kebanggaan untuk Insan dan akan terus berjalan mencari perhentian...

Kita mohon petunjuk supaya tidak disinggahi kesyirikan, kesombongan, keriakan kerana kuasa, kekayaan, kemewahan, pangkat dan keturunan. Tidak juga bicara ketam berkata lurus tapi dusta...melakukanyang berbeza...subhanallah, Allah jua penentu segala... Alhamdulillah bersyukur kepada nikmat, Allahhu Akbar... tiada yang Maha Besar melainkan yang Maha Esa...kita fakir di alam fana...

FBSHApost@8 Februari 2017

FBSHApost@8 Februari 2017: Tentukan Melayu tidak Tersungkur



Saya ingin berkongsi cerita. Sejarah Melayu sejak zaman silam sehinggalah sekarang. Banyak sangat kisah congak menganiayai diantara satu sama lain. Banyak cerita kita kurang amanah. Banyak cerita membawa orang masuk ke rumah sehingga kita dilalaikan dan tersingkir dari rumah sendiri. 

Akhirnya pun sejarah asal usul kita sendiri tidak tahu lagi. Kita lena bila dipanggil tuan sehingga tidak sedar orang lain yang sebenarnya menjadi tuan. Bila dimewahkan kita terapong di antara langit dan bumi. Khayal. Apabila kita bangun sudah terlambat tempat telah diisikan oleh orang lain. Kaji sejarah nusantara bagaimana setiap penjajah menganggapkan orang Melayu kurang usaha dan berdaya maju. 

Tetapi kalau kita kaji sejarah sebelum zaman melaka kita akan sedar kita ada tamadun sendiri, mengusahakan industri sendiri, berdagang dan menjadi pelaut yang membawa hasil bumi ke rantau lain di Asia dan sehinggalah di Timur Tengah. 

Tapi memandang kepada sejarah saja tidak mencukupi. Kita perlu membina kekuatan dalam semua aspek fizikal dan mental untuk bersaing di peringkat dalaman dan di dunia yang telah berubah. Jangan kita menganiayai sesama sendiri sebangsa dan seagama. Jangan sangka kalau kita lemah dan tersungkur orang lain akan bantu kita. Tentukan kita tidak tersungkur.

FBSHApost@8 Februari 2017

FBSHApost@7 February 2017: We have lost Mercy and Compassion



Out of the sixty million refugees worldwide, 50% of them are Muslims. Allah made us khalifah and made us the witness to everything that is happening around or beyond us. We witness deaths, injustices and sufferings. These are all committed by human hands. 

Today we are facing the worst refugee crisis since the second world war. The question is , what have we done to alleviate the sufferings and prevent the injustices from continuing. Have we spent our money and wealth entrusted upon us for the good of humanity. Have we fulfilled our duties and obligations as vicegerent on earth. 

We are living in reality in a world without humanity and remorse. We have been dishonest to the trust of God Almighty for us to help and assist those in need no matter where & who they are. We have lost our ehsan, mercy and compassion. How much wealth have been wasted for the materialistic satisfaction through lust and greed. Haven't we realised our life and possession are temporary. 

We are fortunate of being given the Prophet of Rahmatan Lil Alamen where our punishments are postponed. We seem to have forgotten the stories of wealth, people and nation being destroyed due to their arrogance with status, power and position. God save those who need help and open the hearts and minds of those who have the means to realise their omissions & wrongdoings.

FBSHApost@7 February 2017